Tipe Masalah Penelitian

Tipe masalah penelitian tergantung pada disiplin ilmu dan bidang studi yang menjadi minat dan perhatian peneliti. Masalah penelitian pada dasarnya merupakan sesuatu yang memerlukan pemecahan atau solusi.

Ada 4 kemungkinan tipe masalah dalam penelitian bisnis :

  1. Masalah-masalah yang saat ini ada di suatu lingkungan organisasi yang memerlukan solusi,
  2. Bidang-bidang tertentu dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan,
  3. Persoalan-persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan atau memprediksi fenomena,
  4. Pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban empiris.

A. Masalah yang ada di suatu lingkungan organisasi yang memerlukan solusi

Masalah yang ada di suatu lingkungan organisasi yang memerlukan solusi, pada umumnya merupakan tipe masalah praktis yang diteliti dalam penelitian terapan. Masalah-masalah praktis dapat terjadi pada setiap tingkat dan fungsi organisasi.

Contoh:
Pimpinan suatu perusahaan berdasarkan laporan realisasi penjualan selama periode tertentu, mengidentifikasi adanya masalah dalam pencapaian target anggaran penjualan produk X. Selama beberapa periode realisasi volume penjualan produk X lebih kecil dibandingkan dengan volume yang dianggarkan. Pimpinan perusahaan memutuskan untuk melakukan penelitian terhadap faktor-faktor yang menyebabkan selisih penjualan produk X yang tidak menguntungkan. Hasil penelitian diharapkan dapat memberi informasi bagi pimpinan perusahaan dalam pembuatan keputusan yang berkaitan dengan upaya meningkatkan volume penjualan produk X.

B. Bidang-bidang tertentu dalam suatu organisasi yang memerlukan pembenahan atau perbaikan.

Keputusan manajemen kemungkinan berupa kebijakan yang dibuat oleh karena adanya suatu masalah yang segera memerlukan pemecahan. Ditinjau dari saat munculnya masalah, keputusan tersebut merupakan kebijakan manajemen yang bersifat reaktif. Keputusan manajemen dapat pula bersifat proaktif untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya masalah tertentu pada masa yang akan datang.

Contoh :
Manajemen perusahaan menilai bahwa kinerja bagian pengiriman produk kurang optimal dan perlu upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada konsumen perusahaan. Menurut penilaian manajemen dengan kinerja yang sekarang, kemungkinan akan menimbulkan masalah ketidakpuasan konsumen pada masa yang akan datang. Manajemen memerlukan informasi mengenai berbagai alternatif yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kinerja bagian pengiriman produk. Informasi tersebut dapat diperoleh melalui penelitian yang hasilnya diharapkan dapat memberi dukungan terhadap keputusan yang akan dibuat manajemen dalam rangka optimalisasi kinerja bagian pengiriman produk.

C. Persoalan-persoalan teoritis yang memerlukan penelitian untuk menjelaskan (atau memprediksi) fenomena.

Tidak semua hasil penelitian bisnis memberikan kontribusi secara langsung terhadap pemecahan masalah-masalah praktis. Para akademisi atau praktisi dapat melakukan penelitian terhadap persoalan-persoalan teoritis yang mempunyai dampak tidak langsung terhadap pemecahan masalah¬-masalah praktis.

Contoh :
Anggaran sebagai alat perencanaan keuangan suatu perusahaan merupakan pedoman untuk menilai kinerja manajer dan bawahannya dengan cara membandingkan target anggaran dengan realisasinya. Selisih anggaran kemungkinan dapat bersifat menguntungkan atau tidak menguntungkan. Secara teoritis selisih anggaran dipengaruhi oleh dua aspek : (1) target anggaran yang di tetapkan, dan (2) kinerja manajer dan bawahan. Penelitian dapat diarahkan untuk menganalisis kedua aspek yang menyebabkan selisih anggaran tersebut. Hasilnya diharapkan dapat menjelaskan (atau memprediksi) kemungkinan terjadinya selisih anggaran.

D. Sejumlah pertanyaan penelitian yang memerlukan jawaban secara empiris.

Hasil penelitian disamping berupa deskripsi persoalan¬-persoalan teoritis yang digunakan untuk menjelaskan (atau memprediksi) fenomena empiris, juga dapat diarahkan untuk memperoleh jawaban empiris dari suatu pertanyaan penelitian. Pertanyaan-pertanyaan teoritis dapat berupa pertanyaan atau masalah penelitian-penelitian sebelumnya yang belum terjawab.

Contoh :
Penelitian untuk menguji hubungan antara anggaran yang disusun secara partisipatif dengan melibatkan para pimpinan dan bawahan terhadap kinerja individu yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran, hasilnya saling bertentangan antara satu dengan yang lain. Ada yang menyatakan bahwa anggaran partisifatif mempunyai hubungan positif dan signifikan dengan kinerja dari individu yang terlibat dalam proses penyusunan anggaran. Di pihak lain, ada peneliti yang menemukan hubungan antara keduanya tidak signifikan atau bahkan mempunyai arah hubungan yang negatif. Penelitian dapat diarahkan untuk menemukan jawaban empiris terhadap pertanyaan yang belum terjawab atau jawaban penelitian-¬penelitian sebelumnya yang tidak jelas mengenai hubungan antara anggaran partisipatif dengan kinerja manajer-bawahan.

Penelitian yang berupa pengulangan (replikasi) atau perluasan (ekstensi) dari penelitian sebelumnya merupakan bentuk-bentuk penelitian yang umum dilakukan dalam penelitian dasar. Hasil penelitian replikasi dan ekstensi bermanfaat untuk konfirmasi atau pengembangan untuk temuan-temuan penelitian sebelumnya.

Tags:

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *